Selasa, 04 Maret 2008

pinggiran kali

berjalan diatas kali
meniti pinggiran air
batu padas yang mulus
ikan yang bebas renang

mata manja tak inngin lepas
tangan jahil ingin meraih
tengkuk yang kering rindu
kaki yang ingin dibasuh

ingin masuk kedalamnya
membenamkan seluruh raga
biar hati ni dibawa hanyut
sejenak kuingin larut

setelah ini entah kapan lagi
aku kesini berdiri disini
memandangi menjenguk sucinya kali
sambil bermain dan bernyanyi

aku bodoh....

jangan ngiri ahhh ..
ga ada yg spesial sama gw
sebenernya aku ini orang yg ga jelas
melakukan apa aja
tanpa arahan tertuju
seringnya aku malah seperti orang bodoh

berjalan kesana lalu putar arah
kembali tapi entah kemana
aku lupa pintu tempat aku keluar

sengit kadang hati ini
ketika ada yang bilang
sebaerapa bodohnya kamu
tapi aku hanya diam menahan rasa
lalu kujadikan ini sebuah pelajaran

14 agustus

suara serak setelah teriak masih terasa,
berat untuk mengucapkan meski hanya seucap kata

keringat masih meleleh mengucur dibasahnya bajuku
panas benar hari ini 14 agustus,hari lahirnya pramuka
yang berlambang tunas kelapa dengan likaran mengeliinginya

aku ditunjuk untuk menjadi pemimpin regu
menggantikan ketua regu yang berhalangan
yang katanya dia demam panggung,grogi saat dimuka umum
aku sempat ragu dan tersenyum geli, bagaimana bisa ini terjadi

sedang aku sendiri kurang paham bagaimana memimpin
mau tak mau aku paksakan meski rada kikuk
tapi harus tetep maju, ada yang mendorong dibelakangku
bermodal nekad siapkan diri, ada kemungkinan bakal malu

tapi mundur sekarang bukan pilihan tepat
biarlah aku ditumbalkan asal reguku tetap berjalan

cepat aku beradaptasi nyontek gaya sana sini
meniru gaya mereka yang benar-benar pemimpin
terlihat kokoh berdiri tapi dalam hati gemetaran

bercampur peluh yang keluar, antara takut dan kepanasan
tiba akhirnya aba-aba perhatian dari komando upacara
semua ketua harus menyiapkan regunya
aku bingung harus bagaimana, aku diam ....

perhatikan regu sebelah apa yang dia lakukan aku tirukan
begitulah sampai akhirnya tugas ini selesai ..

tubuh langsung lemas lunglai tak bisa diungkapkan
antara girang, lelah juga malu tak terkira
aku berjalan lemas menuju tenda kemahku
lalu rebah hingga akhirnya semua menjadi gelap
tak ada suara aku lelap dalam lelahku

iya atau tidak

berkali kutanyakan
selalu sama yang kudapatkan
yakinkah apa yang kau ucapkan
mengapa jawabmu meragukan

kuminta buatlah keputusan
seperti kata iya atau tidak
itu lebih baik daripada hanya anggukan
aku ingin satu kepastian
terima atau tolak

ini bukan paksaan
tapi ini pilihan
tidak ada pilihan tengah
agar hati ini tak lagi gundah

ada saksi kecil

ketika dengan tanganmu
kau torehkan sebuah dosa
juga ketika dengan akalmu
kau ciptakan suatu dosa

mungkin yang ada dibenakmu
tak ada yang melihat dan mendengar
disekitarmu tak ada siapa pun
hanya kamulah yang berdiri
dan lawanmu yang tengah terkapar

pernahkah kau sadari..?
rumput disekelilingmu
yang akan menjadi saksi
atas semua kebodohanmu

ialah saksi, yang tak pernah
kau sadari keberadaannya
tapi begitulah cara Tuhanmu
mengawasi dan menjadikanmu
agar selalu ingat dan waspada

ketika akan kau buat kesalahan
dijadikannya sebuah pengingat
bahwa engkau tak sesungguhnya sendiri
ada utusan yang lain disekitarmu
saksi kecil yang selalu patuh

maka mohon ampun dan berserah dirilah
atas semua keluputanmu dan segeralah bertobat
mumpung tanganmu masih bisa kau gerakkan
untuk menengadah dan memohon kemurahan ampunan

asa diatas kertas

disini dengan tanganku
akan kutuliskan apa yang ada difikiran
semua permintaan dari dalam hati
yang selalu berteriak ketika aku diam

entah pada siapa akan kusampaikan
keluhan ini yang selalu menghantuiku
adakah mereka yang mau mendengar
atau hanya Tuhanlah Yang Maha Mendengar

kawan tak sudikah kau dengarkan
apa yang akan disampaikan temanmu ini
tak inginkah kau peduli akan kegelisahannya
sedang ia tengah rerus menangis dalam hati

menahan sarat beban tanggungan
sendiri tanpa teman dan gandengan tangan
berjalan meraba raba tanpa arahan
berbicara tapi tak ada yang mendengar

adakah seseorang disebrang sana
yang mau mendengar semua kataku
atau hanya Tuhan Yang Maha Mendengar

 
sumebyarlintang - © 2007 Template feito por Templates para Você