Rabu, 27 Februari 2008

kembang jambu

adakah kau sadari
ada mengikut dirambutmu
kembang jambu yang luruh
jatuh dirambutmu seperti uban

aku tertawa kecil dalam hati
kubiarkan tetap begitu
sampai diujung jalan akan kuberi tahu
kamu nampak cantik dengan begitu
meski terlihat seperti uban dirambutmu itu

aku slalu milikmu ...

adakah kau yakini
aku kan slalu milikmu
hingga akhir nanti

harusnya bisa kuyakinkan dirimu
akan ucap kata hatiku ini
akupun inginkanmu
sampai akhir hayatku
bersama salamanya...
dalam hidup ini..

tiada niatku gantikan dirimu
tempat dihati ini hanya untukmu
dan kupersembahkan hanya untukmu

jiwa lepas

jiwa yang lepas
bebas mengayangi alam
mencari dan bertarung
menari dan menyanyi
seiring kehendak hati

berjalan kemana kaki melangkah
berkelana dalam perjalanan usaha

peluk ini....

lima hitungan dari jarakku
akan sampai aku di pelukmu
kau diam lekat menatap aku
tangan kau rentang menyambutku

selanjutnya dua tubuh berpeluk
diam dalam syahdu kerinduan
tak ada ucapan kata terucap
hanya linangan air mata mewakili

dua insan tengah lelap dalam syahdu
hingga lelah menahan berat tubuh
akhir ucap kau katakan aku rindu padamu
tak ingin aku berpisah lagi darimu
dan tangan inipun akhirnya saling melepas

sepi .....

dan sepi..
sepi...dan sepi......
ketika kusendiri malam ini
bersandar diatas tanganku
duduk menatap langit malam

terus kupejam mata ini
sampai kutemukan bayanganmu...

dan sepi....
sepi dan sepi......
kembali aku terlelap dalam lamunan

hingga benar benar sepi ...
sepi suasana dan sepi malam ini ...
tapi kini ramai dalam hatiku
oleh bayang canda tawamu....

 
sumebyarlintang - © 2007 Template feito por Templates para Você