Rabu, 20 Februari 2008

cabeku tumbuh

duduk temengul dikursi depan
bertelekan tangan diatas dengkul
wajah lekat kedepan tapi pikiran kosong
cuma mata aja terlihat serius memperhatikan

batang pokok cabe yang mulai tumbuh
dalam pot usang diatas teras yang mulai retak
daun yang mulai tumbuh selembar nampak ranum
menyebul jelas dari bawah tanah gembur

tiada ungkapan terucap hanya tepuk dalam hati
horeee.... tumbuh juga benih yang kutanam.
tidak sia sia apa yang usahakan terbalas sudah

siapa namamu..

duduk saling berhadapan
cuma terpisah meja ruang tunggu antrian
berbincang akrab seperti teman
kadang tertawa lepas dan nampak girang

aku dan kamu terus bicara
dari sini sampai kesana
mengupas apa aja yang ada
pengalaman juga cita-cita

waktu berlalu seperti peluru
cepat sekali aku baru tahu
sudah tiba waktu dan giliranku
aku dipanggil dokter sudah menungu

kita ternyata terlalu asik saat bicara
tanpa sempat kukenal namamu
sekarang baru sadar .. aku lupa
lupa tanya namamu dan alamatmu..

nunggang jaran

aku gemeteran ....
ndasku dadi mumet ra karuan
mubeng-mubeng koyo gasingan
wis ... aku ora kuat terus gocean

aku arep medun
aku ra kuat aku emoh..
aku arep medun
aku keweden tenan

mlayumu kebat tenan
koyo angin sa klebatan
gawe atiku ser-seran
sampe eluhku dleweran...

aku wis kapok ora meneh
aku ra gelem nunggang jaran...

kesel nunggu..

jam tujuh hampir berlalu
jam delapan sudah menunggu
dipojokan sudah jemu
lama berdiri jadi kaku

mata celingukan kaya kucing
tangan pegel pegang tas jinjing

ati kesel runyam ga karuan
ngomel ga jelas kaya kranjingan

sebel tenan aku ini
nunggu kereta kapan kesini
sudah lama dinanti nanti
apa telat kamu ini..

pisang

pisang...
pohon berlapis buah nyangsang
batang lurus tanpa cabang
buah manis bikin merangsang

pisang...
hidup hanya sekali
setelah berbuah dan bertunas langsung mati

 
sumebyarlintang - © 2007 Template feito por Templates para Você