Senin, 11 Februari 2008

kering

ilalang sedih dipinggir jalan
wajahnya sayu kering keriput

siput disampingnya juga hampir mati
liurnya sudah mencair kemana-mana

lalat diatas beterbangan kurang aturan
tidak tahu kalo disini sedang sumbang

tanah kering kerontang ga ada ujan
rekahananya mulai melebar mungkin sejengkal

rusa disini juga mulai bingung
rumput kini sudah hampir habis

katak juga mulai mengeluh
kapan hujan akan turun disini

tuan petani juga mulai risau
tiap hari hanya memandangi ladangnya

semuanya ternyata tengah gelisah
cuma gara gara hujan tak datang...

selly

pendiam tapi sangat perhatian
dari pengakuan semua temannya
aku dapat menggambarkan dia sangat bersahabat
semua yang dia kenal ia anggap sama saudara juga

dia yang selalu menjalin tali silaturahmi
setiap ada yang kesusahan atau butuh perhatian
pasti tak luput dari kunjungan juga dukungannya
meski aku tau dia itu bukan orang yang berkawajiban

tapi demi solidaritas dia lakukan apa yang mesti dia lakukan
karna baginya teman adalah saudaranya dan saudara adalah nyawanya juga

kadang dia rela melewatkan waktu istirahatnya yang sedikit
demi panggilan hati dan panggilan suara temannya yang gelisah

kamu semoga segala kebaikan yang telah kamu perbuat
dan semua usaha yang kamu lakukan akan medapat balasan pahala

terimakasih untuk semua.....

kerinduan ini

banyak waktu tlah berlalu
kita yang semula senantiasa bersama
tertawa dalam duka atau sebaliknya
kini semuanya nampak asing terasa
tiada lagi hal semacam itu lagi
dimana kita berjalan bersama
menjalani hari senggang dikala libur
atau sekedar berkumpul dan makan kacang

kini semua itu bagai sebuah kenangan
yang sepertinya sulit untuk mengulang
masa indah yang pernah tertuang

meski sebenarnya jika kita ingin kita bisa
mengulang segala kenangan indah itu
tapi semuanya merasa ragu entah karena apa
mungkin kesibukan kita juga
atau karna kita telah merasa dewasa
hingga enggan melakukan sesuatu
yang biasa mereka anggap hal konyol
namun sebenarnya itulah hal terindah itu

sungguh akupun masih ingin
berkumpul dengan mereka
teman dan sahabatku
seperti dulu riang tanpa beban...
aku rindu pada kalian...

Sampai disini….


Mungkin takdir yang kuasa

Akhirnya kita juga harus berpisah

Kau pilih jalanmu dan kujalani hidupku

Meski berat hati melepas kita berpisah disini

Kuseka airmatamu dan kau lepas gengam tanganku

Saat itu berat tuk katakan aku masih cinta kamu

Andai saja bukan akhir ini yang terjadi

Aku kan tetap disisimu pasti..

Menemanimu sepanjang usia dan waktuku..

Tapi semua tlah terjadi semua tlah terjadi…

masih tetap

aku tetap berjalan sendiri
masih dijalan yang sama
aku bernyanyi kecil didalam hati
sambil terus mengayunkan kaki

meski sungguh tak ada tujuan
dari perjalanan kaki ini
kecuali merenung dan menuju rumah
tapi aku tak merasa lelah

karena perjalan malam ini
mebuat hati dan jiwaku
merasa tenang dalam suasana
seperti ketika minum dikala haus

meski mata dan wajah tertunduk
dan kadang aku mendongak
tapi aku tak merasa sedih dan terluka
aku lakukan semua untuk lebih menghayati

apa yang aku rasakan atas keinginan hati
dan mempelajari apa yang ditunjukkan malam
juga untuk mengoreksi lagi, apa yang tadi siang aku lakukan
entah kesalahan yang bodoh, atau pelajaran yang aku dapatkan..

aku terus merenung dan terdiam dalam perjalanan
hingga aku sampai didepan pintu rumahku
namun tetap tak aku temukan jawaban pasti
apa jawaban atas perenunganku ini
mungkin akan kulanjutkan esok malam lagi..

selamat jalan

lama tak pulang kerumah ternyata ada kabar yang mengejutkan.
kamu menikah dengan seseorang wahhhh... kaget aku tapi aku coba untuk tetep tenang dan diam ..
tenda yang aku kira pernikahan siapa ternyata itu tenda pernikahanmu..

ternyata begitu cepat kamu membuat keputusan ..
sebelum aku sempat menguraikan dan membuat keputusanku
tapi aku sadari mungkin sudah lama kamu menunggu..
dan mungkin ini waktumu kamu harus mengambil keputusan juga ..
dan kamu akhirnya menikah dengannya ..

mungkin aku perahu yang terlambat berlabuh
atau mungkin ada rencana lain dari nahkoda
agar aku bersandar di pelabuhan yang tepat
dimana disitu yang mungkin tempat terbaik untukku bertambat

aku sadar kesalahanku terlalu memikirkan diri sendiri
tak pernah menguraikan keinginan hatiku
yang mungkin telah lama kamu menunggu
tapi aku juga tak bisa segampang itu
aku sadar keterbatasanku aku mempersiapkan diri
untuk semua itu,masih ada ragu di hati ini

tapi tak apalah kamu memutuskan ini
semoga kamu tetap tersenyum dalam bahagia..

seperti niatku dulu ...
aku tak takut kehilangan cintamu dan dirimu
yang aku takutkan hanya tak bisa membuatmu bahagia

karna itu aku tak merasa sedih dengan kehilangmu
terimakasih buat waktu yang telah mempertemukan kitaa

 
sumebyarlintang - © 2007 Template feito por Templates para Você