Selasa, 15 Januari 2008

tiba waktu mata tuk terpejam

then ....

tiba waktuku untuk memjamkam mata
telah penat mata ini terbuka
sehari penuh memandang dunia

kini malampun telah jauh beranjak
meninggalkan timur menuju barat
berangkat dari ufuk timur tenggelam di ufuk barat

mari tangan mari kaki
mari semua anggota badan
temani aku tidur malam ini

kita lelap sebentar
kita istirahat sebentar
kita mesti menikmati nikmat yang sebentar ini...

jadi juga wordpress gw


haha haha..
setelah beberapa jam berkutat didepan monitor ..
klik sana klik sana, dengan sistem coba dan coba lagi..
setelah semangat hampir putus karena udah berpuluh-puluh kali mencoba masih gagal dan gagal lagi..

akhirnya bisa jadi juga halaman wordpress gw ..hahahaa..

demi mengikuti ajakan si irrr nich gw ampe lembur
awas lho irrr kalo ga mampir ..

tapi maaf irrr tampilan halamannya mirip ama punya lhu.. gw emang nyontek dari lhu..wawwkkakakkk

oh ya ni nama WP gw http://anthoo.wordpress.com/

ada sisa-sisa suara

Ada sisa-sisa suara yang bergema dalam dada
Aku tak mendengar apapun, gemuruh di luar pintu,
ia terus mengejarku, ia terus menghatuiku
Mengendalikan seluruh gerak dan naluriku

Ada akal yang masih bening, ada budi yang masih jernih
Bertarung serentak bergumul bola-bola api,
ia terus membelenggu, ia ingin melukaiku,
membalut semua indra akal fikirku

Ada yang tak dapat aku lepas meskipun berulang aku coba
Waktu berputar semakin cepat, aku telah jauh tertinggal
Ada yang tak pantas aku sandang, setumpuk penghargaan
Lebih baik kutelan kata-kataku, angan-anganku
hu hu hu hu hu hu hu...

Ada akal yang masih bening, ada budi yang masih jernih
Bertarung serentak bergumul bola-bola api,
ia terus membelenggu, ia ingin melukaiku,
membalut semua indra akal fikirku

Ada yang tak dapat aku lepas meskipun berulang aku coba
Waktu berputar semakin cepat, aku telah jauh tertinggal
Ada yang tak pantas aku sandang, setumpuk penghargaan
Lebih baik kutelan kata-kataku, angan-anganku
ho ho ho ho ho ho ho...

kereta ekonomi

kereta yang melaju kencang
desak penumpang yang berjejal
peluh yang tak henti mengucur
sesak nafas sarat desahan
rintih orang sebelah yang terinjak kaki
kibasan tangan mengusir gerah
bola mata yang hilir mudik
mulai mencari pemandangan keluar
rasa jenuh yang terus mengeluh
wajah manis yang terus tertunduk
senyum kecil diujung bibir
gerai ranbut yang jatuh diata pelipis
gerak jemari menyisir rambut yang panjang
desakan tubuh yang berebut turun
distasiun tujuan pulangnya
bising suara jerit yang tak ingin terhimpit
dengung suara kereta yang mulai beranjak
hendak melaju kestasiun berikutnya
entah sampai mana kereta ini
karna akupun turun di tujuanku

 
sumebyarlintang - © 2007 Template feito por Templates para Você