Selasa, 08 Januari 2008

selasa ini

dua bintang meremang di ujung timur
nyala cahayanya tersabut oleh awan
berkedip mengisaratkan bahwa ia ada

angin sepoi menyapu wajah
membasuh muka yang lesu
menyentuh kebawah kulit ini

runtuh jatuh dedaunan
warna kemuning yang mulai kering
menyebar menyeraki pelataran

bulir-bulir embun yang mulai turun
dibawah tiang lampu yang menambah indah
buliran embunpun nampak bercahaya

dengung binatang malam menjadi latarnya
mengiang mengisi sepi dan tenangnya suasana
bagai lengkingan suara biola dan seruling anak gembala

derap-derap kaki yang mulai melemah
berharap segera sampai didepan rumah
membaringkan tubuh yang sejak tadi resah

hari kedua ...

pelajaranku kini memasuki hari kedua,
aku senang ada juga yang mau mengajariku sesuatu yang ia tau.
aku ingin berterikasih padanya,entah dengan apa caranya.
aku tak yakin bisa membalas budinya
aku hanya bisa mengucapkan kata terimakasih padanya
semoga ia terima kata terimakasihku
semoga ia senang terus mengajarku..

terimakasih sobat ...
jasa sangat berarti buatku
jikapun harus membayar pasti aku tak sanggup
.......

kuingin menangis

jangan menatapku
palingkan wajahmu dariku
balikkan badanmu kebelakang
jika perlu pergilah kamu sekarang

aku tengah menangis meratapi diri
aku ingin sendirian disini untuk kali ini
tak perlu kau temani aku saat ini
terimakasih untuk niatmu yang tulus suci

sungguh aku ingin sendiri kuingin menyepi
biar kudekap malam ini kuserap smua heningnya
ingin kunikmati saat ini menumpahkan sgala dukaku
jangan usik tangisku aku ingin menangis dalam jiwa

sebuah pertanyaan

ada dua orang sedang berlari

a]. apa yang mereka kejar ..?

b]. apa yang mengejar mereka..?

jawabnya :

a]. mereka mengejar apa yang dalam pikiran mereka sendiri, berusaha meraih apa yang mereka inginkan,berusaha memiliki yang belum mereka miliki.

b]. ketakutannya yang mengejar mereka,ketakutan akan kekalahan dan ketakutan akan berkurang/hilangnya sesuatu dari dirinya

anak yang terbuang

anak itu menangis disepanjang jalan
koasnya basah oleh buliran airmata
dia terus menutupi mukanya dengan tangan
kakinya jejingkrakan karna kesal

ia terus meraung meratap pada waktu
kondisi yang telah memisahkannya dari ibu
ia terus berteriak meminta pada sesiapa saja
bertanya dimana ibu..ooh..ibu.. engkau dimana..

perjalan entah masih seberapa panjang
kaki kecil mulai lelah,menapaki jalan tanpa ujung
mengajaknya berhenti dujung kota
yang terpinggir oleh ekonomi

sementara perutnya mulai bertanya
mana asupan yang harus kuserap
sibocah bingung apa yang harus diberikan untuknya
jangankan sepotong roti,sesuap nasi ia tak berbekal

rasa bingung semakin membuatnya menangis semakin lama
entah apa yang harus kuperbuat dengan rasa laparku
apa yang mesti kutelan untuk menghilangkannya
ibuu... dimana kau kini...anakmu membutuhkan suapanmu.

Tuhan bimbinglah aku dalam cobaan ini
Tuhan sadarkanlah ibu... bukakan lagi hatinya
kembalikan ia pada kami..
semoga nurani membawanya kembali

 
sumebyarlintang - © 2007 Template feito por Templates para Você