Selasa, 29 Juli 2008

petani yang berjuang demi kampung

akupun terkesiap oleh sikapmu
kau biarkan aku sendiri melawan takutku
kautinggalkan aku sementara masih mengalir darah ditanganku
perang memang baru saja usai, tapi trauma masih tinggal dihati

tak bisakah menunggu sejenak, sampai semua tanah mengering
dan bau anyir dibajuku lenyap dari rongga hidung

memang benar katamu sebelum perang ini dimulai,aku tak semestinya berada disini
seharusnya aku berada di kampung mencangkuli sawah atau menggembalakan kerbau
tapi semangatmu yang menggodaku, ketika kau teriakkan . ayooo hidup merdeka atau mati terhormat .
sehingga aku berada disini , berjuang demi anak,istri, kampung dan negriku ....

ais

langit berkatalah, aku diam menunggu
sengguk hati muram di bawah payung hitam
angin diamlah sejenak,jangan guraui kulitku
aku.... ingin sendiri .................

 
sumebyarlintang - © 2007 Template feito por Templates para Você