Senin, 10 Maret 2008

ta ada semangat ....

entahlah knapa aku merasa kosong hari ini
tak punya semangat dalam jiwa ini

Selasa, 04 Maret 2008

pinggiran kali

berjalan diatas kali
meniti pinggiran air
batu padas yang mulus
ikan yang bebas renang

mata manja tak inngin lepas
tangan jahil ingin meraih
tengkuk yang kering rindu
kaki yang ingin dibasuh

ingin masuk kedalamnya
membenamkan seluruh raga
biar hati ni dibawa hanyut
sejenak kuingin larut

setelah ini entah kapan lagi
aku kesini berdiri disini
memandangi menjenguk sucinya kali
sambil bermain dan bernyanyi

aku bodoh....

jangan ngiri ahhh ..
ga ada yg spesial sama gw
sebenernya aku ini orang yg ga jelas
melakukan apa aja
tanpa arahan tertuju
seringnya aku malah seperti orang bodoh

berjalan kesana lalu putar arah
kembali tapi entah kemana
aku lupa pintu tempat aku keluar

sengit kadang hati ini
ketika ada yang bilang
sebaerapa bodohnya kamu
tapi aku hanya diam menahan rasa
lalu kujadikan ini sebuah pelajaran

14 agustus

suara serak setelah teriak masih terasa,
berat untuk mengucapkan meski hanya seucap kata

keringat masih meleleh mengucur dibasahnya bajuku
panas benar hari ini 14 agustus,hari lahirnya pramuka
yang berlambang tunas kelapa dengan likaran mengeliinginya

aku ditunjuk untuk menjadi pemimpin regu
menggantikan ketua regu yang berhalangan
yang katanya dia demam panggung,grogi saat dimuka umum
aku sempat ragu dan tersenyum geli, bagaimana bisa ini terjadi

sedang aku sendiri kurang paham bagaimana memimpin
mau tak mau aku paksakan meski rada kikuk
tapi harus tetep maju, ada yang mendorong dibelakangku
bermodal nekad siapkan diri, ada kemungkinan bakal malu

tapi mundur sekarang bukan pilihan tepat
biarlah aku ditumbalkan asal reguku tetap berjalan

cepat aku beradaptasi nyontek gaya sana sini
meniru gaya mereka yang benar-benar pemimpin
terlihat kokoh berdiri tapi dalam hati gemetaran

bercampur peluh yang keluar, antara takut dan kepanasan
tiba akhirnya aba-aba perhatian dari komando upacara
semua ketua harus menyiapkan regunya
aku bingung harus bagaimana, aku diam ....

perhatikan regu sebelah apa yang dia lakukan aku tirukan
begitulah sampai akhirnya tugas ini selesai ..

tubuh langsung lemas lunglai tak bisa diungkapkan
antara girang, lelah juga malu tak terkira
aku berjalan lemas menuju tenda kemahku
lalu rebah hingga akhirnya semua menjadi gelap
tak ada suara aku lelap dalam lelahku

iya atau tidak

berkali kutanyakan
selalu sama yang kudapatkan
yakinkah apa yang kau ucapkan
mengapa jawabmu meragukan

kuminta buatlah keputusan
seperti kata iya atau tidak
itu lebih baik daripada hanya anggukan
aku ingin satu kepastian
terima atau tolak

ini bukan paksaan
tapi ini pilihan
tidak ada pilihan tengah
agar hati ini tak lagi gundah

ada saksi kecil

ketika dengan tanganmu
kau torehkan sebuah dosa
juga ketika dengan akalmu
kau ciptakan suatu dosa

mungkin yang ada dibenakmu
tak ada yang melihat dan mendengar
disekitarmu tak ada siapa pun
hanya kamulah yang berdiri
dan lawanmu yang tengah terkapar

pernahkah kau sadari..?
rumput disekelilingmu
yang akan menjadi saksi
atas semua kebodohanmu

ialah saksi, yang tak pernah
kau sadari keberadaannya
tapi begitulah cara Tuhanmu
mengawasi dan menjadikanmu
agar selalu ingat dan waspada

ketika akan kau buat kesalahan
dijadikannya sebuah pengingat
bahwa engkau tak sesungguhnya sendiri
ada utusan yang lain disekitarmu
saksi kecil yang selalu patuh

maka mohon ampun dan berserah dirilah
atas semua keluputanmu dan segeralah bertobat
mumpung tanganmu masih bisa kau gerakkan
untuk menengadah dan memohon kemurahan ampunan

asa diatas kertas

disini dengan tanganku
akan kutuliskan apa yang ada difikiran
semua permintaan dari dalam hati
yang selalu berteriak ketika aku diam

entah pada siapa akan kusampaikan
keluhan ini yang selalu menghantuiku
adakah mereka yang mau mendengar
atau hanya Tuhanlah Yang Maha Mendengar

kawan tak sudikah kau dengarkan
apa yang akan disampaikan temanmu ini
tak inginkah kau peduli akan kegelisahannya
sedang ia tengah rerus menangis dalam hati

menahan sarat beban tanggungan
sendiri tanpa teman dan gandengan tangan
berjalan meraba raba tanpa arahan
berbicara tapi tak ada yang mendengar

adakah seseorang disebrang sana
yang mau mendengar semua kataku
atau hanya Tuhan Yang Maha Mendengar

Senin, 03 Maret 2008

untuk sahabat ...

untuk sahabat .

pernah kubangun sebuah perlindungan
aku tata sedemikian rupa dan kuberi nama
atas nama kebersamaan dan ketulusan
pemersatu dalam setiap suasana dan peristiwa
sahabat begitu kupilih nama itu

untuk sebuah bangunan yang kurancang
mulai kukumpulkan kayu dari hutan
tanah yang belum pernah kujamah
darinya kukumpulkan kayu-kayu itu

coba aku satukan satu persatu
darinya kutemukan berbagai perbedaan
ada yang rapuh, yang lain sangat tangguh
kusatukan dan kueratkan dengan tali sabut

meski sabut itu nampak rapuh bila dihelai
tapi kuyakin akan tangguh jika dipersatukan
kusambungkan antara yang rapuh dan yang tangguh
agar saling menopang dan menutupi kekurangan

tapi kadang yang rapuh ingin belajar sendiri
yang tangguh ingin berdiri dan berjalan sendiri
hingga rekatan itu akhirnya rusak
berantakan sudah apa yang kuusahakan

aku tak menyesali atas usahaku
aku hanya sedih atas kegagalanku

tak ingin aku melihat apa yang kuusahakan
harus cerai berai cuma karena rasa egois
aku ingin semua saling membuka diri
lapang hati dan saling koreksi

ditulis oleh : antho

marah ini .....

ada rasa menggumpal didada ini
berhenti di rongga nafasku
membuatku tersedak dan batuk
ketika akan memulai bicara
suaraku parau entah apa yang keluar

sepertinya yang terdengar cuma erangan
tak bisa kukontrol apa yang ingin kuucapkan
semua keluar begitusaja berloncatan tanpa kendali
tak bisa kuingat lagi apa yang keluar melalui mulut ini

seseorang yang disana
yang sadar dan berpikir
mohon maaf atas kelepasanku
kata yang keluar dari ragaku

aku meracau tanpa kendali
seperti kamu lihat atas diriku ini
aku tengah terbakar emosi
aku lupa akan siapa aku lagi

tulis untukku

tangan tuliskan untukku
sebuah kata indah untuknya
yang bisa untuk kusampaikan
meski sekedar salam sapa

asal itu yang terindah baginya
ingin kuucapkan segera padanya
sesuatu yang bisa buatnya percaya
akan keteguhan cinta dalam hatiku

tak akan larut oleh waktu
dan tak akan luntur oleh goresan
godaan dan ujian sekelilingku
aku yakin cinta ini dapat bertahan

kuyakin cintaku cinta mati
tanpa tawar takkan kutukar ....

bukan sifatku

......................
bukan sifatku harus menangis
tidak juga kuasaku mengelaknya
kadang aku harus mengubur diri
bersunyi dalam kelam kesedihan
merintih dan meratap dalam diam
membiarkan leleran airmataku
membasahi pipi kemudian kuseka
...................................

 
sumebyarlintang - © 2007 Template feito por Templates para Você