duduk saling berhadapan
cuma terpisah meja ruang tunggu antrian
berbincang akrab seperti teman
kadang tertawa lepas dan nampak girang
aku dan kamu terus bicara
dari sini sampai kesana
mengupas apa aja yang ada
pengalaman juga cita-cita
waktu berlalu seperti peluru
cepat sekali aku baru tahu
sudah tiba waktu dan giliranku
aku dipanggil dokter sudah menungu
kita ternyata terlalu asik saat bicara
tanpa sempat kukenal namamu
sekarang baru sadar .. aku lupa
lupa tanya namamu dan alamatmu..
Rabu, 20 Februari 2008
siapa namamu..
Label: salam untuknya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 kritik&saran:
Posting Komentar