anak itu menangis disepanjang jalan
koasnya basah oleh buliran airmata
dia terus menutupi mukanya dengan tangan
kakinya jejingkrakan karna kesal
ia terus meraung meratap pada waktu
kondisi yang telah memisahkannya dari ibu
ia terus berteriak meminta pada sesiapa saja
bertanya dimana ibu..ooh..ibu.. engkau dimana..
perjalan entah masih seberapa panjang
kaki kecil mulai lelah,menapaki jalan tanpa ujung
mengajaknya berhenti dujung kota
yang terpinggir oleh ekonomi
sementara perutnya mulai bertanya
mana asupan yang harus kuserap
sibocah bingung apa yang harus diberikan untuknya
jangankan sepotong roti,sesuap nasi ia tak berbekal
rasa bingung semakin membuatnya menangis semakin lama
entah apa yang harus kuperbuat dengan rasa laparku
apa yang mesti kutelan untuk menghilangkannya
ibuu... dimana kau kini...anakmu membutuhkan suapanmu.
Tuhan bimbinglah aku dalam cobaan ini
Tuhan sadarkanlah ibu... bukakan lagi hatinya
kembalikan ia pada kami..
semoga nurani membawanya kembali
Selasa, 08 Januari 2008
anak yang terbuang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 kritik&saran:
Posting Komentar